Sabtu, 18 September 2010

Ketika saat itu tiba....



Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu dapat hidup tenang dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS Ar-Ruum : 21)

Surat Ar-ruum ini sering ditulis di kartu-kartu undangan pernikahan, sampai aku hapal isinya. Akupun selalu berdo’a semoga suatu hari kelak, giliran aku yang akan mengirim undangan dengan tulisan surat Ar-Ruum ini.

Dan ketika saatnya itu tiba, aku hanya bisa mengucap syukur kepada Allah swt. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, akhirnya Engkau mempertemukan aku dengan Teman Sejati yang Engkau pilih untuk hambamu ini.

Enam bulan masa perkenalanku dengan suami sebelum kami memutuskan untuk melanjutkan kejenjang pernikahan. Banyak yang meragukan hubunganku dengan dia karena statusnya yang duda cerai dengan beberapa anak, tidak terkecuali saudara dari suamiku (kecuali almarhumah mama suamiku :)).


Aku memahami kekhawatiran keluarga, sahabat dan teman-temanku. Semua itu karena rasa sayang mereka kepadaku. Mungkin mereka tidak ingin kejadian yang pernah dialami sumiku (cerai) terjadi kepadaku. Dan aku percaya dia (suamiku) atau siapapun tidak ada yang mau gagal dalam berumahtangga, tapi jika takdirnya seperti itu, apa mau dikata. (semoga hal ini menjadi pelajaran berharga buat suamiku untuk rumah tangga kami di masa yang akan datang. Amin)

Awalnya aku juga tidak yakin dengan keputusanku untuk berta’aruf dengan dia. Saat pertama bertemu dan melihat penampilannya, aku merasa he is not my type, gayanya terlalu metropolis menurut aku. Tapi setelah aku ngobrol panjang, ternyata aku menemukan banyak persamaan diantara kami, walaupun gak aku pungkirin kalau perbedaan diantara kami juga banyak.


Tapi aku percaya kalau visi dan misi kita sama dalam membina rumah tangga, insya Allah perbedaan yang ada akan bisa diatasi dengan komunikasi yang baik. Aku juga terus berdo’a dan memohon kepada Allah jika dia adalah jodoh yang dipilih Allah untuk aku, aku minta ta’aruf kami dilancarkan dan niat kami untuk membentuk rumah tangga yang SAMARA dimudahkan dan lancarkan. Aku ikhlaskan dan pasrahkan semuanya kepada Allah swt. Aku yakin dan percaya sebagai mahluk aku hanya mampu berdo’a dan ikhtiar, sedangkan keputusan akhir MUTLAK milik Allah.

Saat aku ditanya apakah aku akan sanggup mendampingi dia yang pekerjaanya lebih lama di laut dibanding di darat? Aku hanya bisa menjawab “tidak tahu” karena aku memang tidak tahu apakah akan sanggup atau tidak, aku hanya bisa mengucap “Bismillah”. Hanya Allah yang tahu diriku, kalau Allah berkehendak, insya Allah tidak ada yang tidak mungkin. Lahaula walla kuwata illa billahi ‘aliyil azhim.

Sebelum aku bertemu dengan suamiku, sering orang-orang disekelilingku menanyakan kapan aku menikah? Trus ada juga yang bilang jangan terlalu asyik bekerja ntar lupa menikah, atau ada juga yang bilang jangan terlalu pilih-pilih :).

Semua pertanyaan itu, aku tanggapi dengan santai.


Kalau ditanya kapan aku akan menikah? Aku bilang aja insya Allah disaat yang tepat menurut Allah, Dia akan mempertemukan aku dengan jodohku, yang pentingn ikhtiar terus. Dan aku gak pernah menutup diriku untuk diperkenalkan dengan siapapun (tentunya yang statusnya available, karena pantang bagiku untuk mengganggu rumah tangga orang lain). Atau aku malah minta dikenalkan dengan kenalan mereka :).


Kalau ada yang menyangkut-pautkan kesendirianku saat itu karena terlalu asyik bekerja, sepertinya mereka salah. Bekerja adalah kewajibanku untuk membiayai diriku dan membantu keluargaku (sedikit-sidikit). Lho kalau aku gak kerja, siapa yang akan bayar kontrakan rumahku, kebutuhanku sehari-hari, iya toh?


Trus, kalau dibilang terlalu memilih..?? Lha iyalah, aku masih memilih lelaki sebagai imam di dalam keluargaku kelak hahahaha. Masa aku pilih wanita?? Ntar aku dibilang lesbian dong..??? ada-ada aja ya..??

Kalau orang lain mungkin menanggapi pertanyaan-pertanyaan seperti itu dengan rasa kesal, dan ketus, tapi aku selalu berusaha untuk menanggapinya dengan santai. Aku percaya semua itu karena rasa sayang mereka kepadaku.

Yakinlah, Allah lebih tahu apa yang baik untuk kita. Dan siapa yang baik untuk kita.

Saat ini, aku dan suami hanya menjalani kehidupan berumah tangga kami apa adanya, dengan tidak lepas selalu berdo’a kepada Allah, memohon bimbingan-Nya.

Kami berdua hanyalah dua orang manusia yang tidak pernah luput dari kekhilafan dan dosa, yang berusaha dan terus belajar untuk menjadi lebih baik. Insya Allah.

SYAIR RENUNGAN UNTUK SUAMI ISTRI

ISTRI YANG KUNIKAHI, TIDAKLAH SEMULIA KHADIJAH

TIDAKLAH SETAQWA AISYAH, PUN TIDAK SETABAH FATIMAH

JUSTRU ISTRIKU HANYALAH WANITA AKHIR ZAMAN,

YANG PUNYA CITA-CITA MENJADI SHOLEHAH…

SUAMIKU YANG KUNIKAHI, TIDAKLAH SEMULIA MUHAMMAD SAW…

TIDAKLAH SETAQWA IBRAHIM, PUN TAK SETABAH AYYUB

ATAUPUN SEGAGAH MUSA, APALAGI SETAMPAN YUSUF

JUSTRU SUAMIKU HANYALAH LAKI-LAKI KETURUNAN AKHIR ZAMAN,

YANG PUNYA CITA-CITA MEMBANGUN KETURUNAN

YANG SHOLEH…

PERNIKAHAN ATAU PERKAWINAN

MENGAJAR KAMI KEWAJIBAN BERSAMA,

PERNIKAHAN ATAU PERKAWINAN MENGINSYAFKAN KAMI

PERLUNYA IMAN DAN TAQWA

UNTUK BELAJAR MENITI SABAR,

DAN MERAIH RIDHO ALLAH SWT,

KARENA MEMILIKI SUAMI YANG TAK SEGAGAH MUSA,

JUSTRU KAMI AKAN TERSENTAK DARI ALPHA,

KAMI BUKANLAH YANG SEMPURNA,

KAMI CUMA SUAMI DAN ISTRI AKHIR ZAMAN

YANG BERUSAHA MENJADI SHOLEH DAN SHOLEHAH


Selasa, 04 Mei 2010

Make up Mbak Lisna



Minggu lalu tanggal 2 Mei, gw minta didandanin mbak Lisna utk ke pesta nikahannya teman kantor gw, Mika. Gw tahu mbak Lisna dari baca2 komentar orang2 di internet. Katanya makeupnya bagus..jadi gw pengen tahu hasilnya seperti apa. Setelah di make over...gini nih hasilnya.

Kata temen2 gw sih hasilnya bagus...wajah gw jadi beda bangett....

Menurut gw juga bagus...tapi gw masih agak kurang sreg di bagian mata..karena mata gw jadi agak galak ( menurut gw sih...tapi kata temen2 gw..gak, kata mereka mata gw jadi seperti mata orang arab hehehhe )

Gw ngerasa kalo mata gw dikasih eye liner, pasti deh kesannya jadi galak. Do you agree with me? :)

Sabtu, 27 Maret 2010

FORBIDDEN CITY - TIANMEN , BEIJING





Tanggal 1 Maret, aku mau jalan-jalan ke Forbidden city, belum tahu gimana cara kesananya dari Tang-Gu. Setelah nanya2, akhirnya dikasih tahu kalau ke sana ada Shinkansen alias kereta cepat. Aku juga may kasih titipan ole2 nur chan untuk mr Ito, jadi sebelum ke sana aku telpon beliau, bilang kalau aku mau ke Beijing mau jalan ke Forbidden City dan Tianmen n mau serahin titipan oleh2 nur chan.

Jam 9 pagi aku ke sta Tang-Gu naik taxi 10 menit fee taksinya sekitar 11 yuan.
Di stasiun , aku sempat kebingungan karena semua tulisannya pakai karakter china, untungnya karena aku bisa tulisan kanji sedikit, jadi masih bisa meraba-raba bacaanya.
Again...kebingungan lagi waktu mau pesan tiket, karena petugasnya gak bisa ngomong inggris. Untungnya ada satu officer cewek yang bisa bahasa Inggris. Setelah bertanya dan memberitahu tujuanku ke Beijing akhrinya dikasih tahu kalau kereta berikutnya jam 12.20...duh..masih ada 3 jam lagi... akhirnya aku pesan tiket 70Yuan ke Beijing Selatan (peking nan). Karena ada waktu 3 jam aku jalan2 aja di taman dekat stasiun. Tamannya putiiihhhh semua akibat salju yang turun semalam. Aku juga mampir ke mini market beli minuman dan buah buat bekal di kereta.

Aku sms mr ito lagi bilang kalau kerataku berangkat jam 12.20 dan sampai di sana jam 13.20. setelah bura-bura di Forbidden city aku bilang mau ketemu dia. Eh...kalau memang rejeki gak kemana...dia malah bilang kalau staff nya namanya Jan san akan nemenin aku jalan di Forbidden City dan Tianmen. Alhamdulillah....akhirnya akan ada yang nemenin aku. Tadinya aku sudah pasrah aja deh...ngebayangin jalan-jalan sendiri, nanya sana-sini pakai bahasa isyarat hehehe. Tapi ternyata... Allah tidak membiarkan itu terjadi.

Jam 14.40 aku sampai di Sta Beijing Selatan... Hmm... Stasiunnya Luuaasss banget ada 2 lantai. Trus line nya ada 23 line. Rapi...dan Bagusss.... kalau dilihat dari luar seperti bola.
Sta ini dibangun saat Olimpiade di Beijing katanya.

Saat keluar pintu sta..aku melihat sosok wanita dengan coat warna hijau dengan tulisan namaku Evi berdiri disana...aku senang banget...langsung teriak...Jan saaaannnn....
Langsung deh..kita ngobrol..akhirnya aku bisa buka suara di china tidak hanya komunikasi satu arah dan bahasa isyarat. Senaaannnggg banget. Aku bilang sama Jan..aku senang banget akhirnya bisa ngobrol di sini hehehhe. Jan san Arigatooo...

Jan san langsung ngajak aku naik taxi. Di taxi dia tanya aku mau ke mana aja. Aku bilang kalau aku mau ke Tianmen dan ke Forbidden City. Dia tahu Tianmen..tapi Forbidden City..???? Aku sempat bingung...masak sih dia gak tahu Forbidden city..?? padahal kan itu salah satu tujuan wisatawan asing..?? akhirnya aku terangin pakai bahasa jepang.. ( o iya aku dan jan komunikasinya pakai bahasa jepang heheh :) kalau Forbidde tte Kinshi, City tte Machi dakara Forbidden city wa Kinshi no machi, akhirnya dia bilang...hai..,hai...wakatta...hahahahaha kita ketawa setelah dia tahu apa yang aku maksud. Hontoni omoshirokatta. Di China, ngomong bahasa Jepang dengan orang china. :)

Jan san benar2 paham tentang sejarah Forbidden City. Sambil melihat2 dia cerita sejarah masing2 tempat. Tapi sayangnya hasil rekaman handycamp gw rusak..jadi hilang deh rekamannya..:(
Forbidden city hanya buka sampai jam 16.00, karena kita sampai di sana sudah siang sekitar jam 2 lewat..jadi gw gak bisa terlalu lama menikmati ditiap tempat...at least gw sudah melihat semuanya meskipun hanya sebentar2 doang.

Dari Forbidden city...diseberangnya sudah terbentang lapangan Tianmen yang terkenal itu.
Ge hanya melihat dari jarak jauh..karena waktunya udah kesorean/
Tapi Gw akan kesini lagi besok biar bisa menikmati lebih lama.. :)

Malamnya gw bertemu dengan ito san di rest dandon yang terkenal diantara orang asing. Restoran yang bagus dan mahal. Ito san sankyuuu...
Menu yang di pesan Lee san sekretaris mr ito enak2...Lee chan arigatoo...

Seharian ini, gw bener2 menikmati hari gw di Beijing.
Ito san, Jan san, Lee san...iro-iro osewa ni narimashite arigatoooo...

TANG-GU - China



Alhamdulillah, rencana yang sudah disusun 10 bulan yang lalu untuk jalan-jalan ke China, akhirnya sudah di depan mata. Walaupun akhirnya aku pergi ke china tidak sama seperti rencana awal, tapi aku tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menikmati ciptaan Allah swt di bumi yang lain. :)
Berangkat pagi dari Jakarta tgl 27 Feb 2010 by Air Asia dari Bandara 3, 1 jam kemudian tiba di KLCC, nginap 1 malam di Tune Hotels yang lokasinya gak jauh dari KLCC, naik Bus cuma 1MYR. Tgl 28 Feb, jam 08.15 berangkat menuju Tianjin Airport, sampai Tianjin sekitar jam 14.30an.

Karena akhirnya aku pergi sendiri gak jadi pergi bareng temenku si nur...jadi yang rencana awal mau nginap di Beijing (karena penginapan sudah di arrange oleh ex bossnya nur chan), tapi karena nir chan gak bisa berangkat saat itu, akhirnya rencana nginap di Beijing di cancel. Aku akhirnya tinggal di daerah Tang-gu, sekitar 30 menit naik mobil dari Tianjin Airport.

Malam pertama di Tang-Gu, salju turun cukup deras....bbrrr...bbrrr...dingin...tapi aku senang bangeettt...soalnya jadi teringat saat pertama kali aku melihat salju di Jepang 15 tahun yang lalu.
Meskipun dingin...tapi aku nggak melewatkan ajakan kareshi untuk makan malam di rest muslim. Saat melangkah keluar hotel...bbbrrr..bbrrr...phuiihhf... dinggiiinnnn bangeeettt... untung aja aku sudah pakai thermal, plus coat 2 lapis hehehhe ditambah sarung tangan...jadi agak mendinganlah..meskipun tetap dingiiin.

O..iya...selama aku di cina...hal paling membuatku susah adalah aku gak bisa berkomunikasi dengan mereka, karena yang bisa bahasa Inggris sedikit banget.
Waktu check in di hotel...receptionistnya gak bisa ngomong Inggris, jadi temen gw harus menelpon temannya untuk bicara dengan receptionist. OMG

Trus....kalau naik taxi juga gitu...temen gw nelpon ke temennya yang orang china, trus kasih tahu kita mau ke mana..lalu temannya itu bicara dengan supir taxi suruh antar kita ke tujuan kita. ...capek gak sih..??

Waktu kita sampai di Rest Muslim, juga gitu...temenku nelpon temannya, kalau kita mau pesan menu yang pernah dipesan waktu temenku makan di sana. Hahahhaa..aku benar-benar merasa lucu banget...mau pesan penginapan...telpon teman...naik taxi ...telpon teman...mau makan...telpon teman... Kebayang gak sih kalo kita gak punya teman orang lokal yang bisa bahasa Inggris..?? Bisa2 kita jadi bisu dan gak kemana2...atau jalan kaki deh kemana2...hehe :)

Tapi aku tetap menikmati semua keterbatasan yang ada. Aku pikir, ini benar2 pengalaman yang luar biasa...jalan2 ke negara yang gw gak tahu bahasanya dan penduduk lokal sangata sedikiiitttt banget yang bisa bahasa Inggris... jadi menggunakan bahasa isyarat dan bantuan call a fren.

O..iya tgl 28 Februari, di sana hari terakhir Gong Xie...jadi kembang api dimana2....seruuu banget. Salju dan kembang api dimana2.....hhmmm..mm... cool.

O..iya di TANG-Gu ini gak ada obyek wisata yang bisa dikunjungi. Kalau mau ke GW bisa..tapi harus ke Tianjin dulu , naik mobil sekitar 2 jam.

Jadi saran gw, buat yang mau ke china, is better kalo loe bawa kamus percakapan inggris - china biar gak bengong2 amat. :)

Minggu, 20 Desember 2009

18 Desember 2009 (1 Muharam 1431H)









Alhamdulillah, tanggal 18 Desember ini, Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk menghirup udara-NYA. Masih memberi waktu untukku memperbaiki diri. Do'aku semoga Allah terus membimbingku dalam setiap langkah dan hidupku. Istiqomah dalam beribadah. Amin ya Rabbal'alamin.

Tanggal 18 Desember tahun ini sangat spesial buat aku, karena jatuh pada hari Jumat dan Tahun Baru Hijriyah 1431.

Kebetulan tanggal 18, kantorku ngadain family gathering di Villa Tjokro, Cisarua, jadi meskipun aku tidak merayakan hari jadiku, tapi aku merasa seakan2 dirayakan oleh seluruh teman kantor dan keluarganya :)

Tak putus hati dan bibir ini mengucap Syukur untuk semua yang telah Allah berikan kepadaku. Ya Allah, jadikanlah aku hamba-MU yang pandai berterima kasih atas segala nikmat yang telah ENGKAU berikan. AMIN












Sabtu, 17 Oktober 2009

Rumi's Poem

Kumpulan puisi Rumi
http://www.poetseers.org/the_poetseers/love